Beras adalah bagian buliran padi (gabah) yang  telah dipisahkan dari sekam. Secara anatomi di sebut plalea (bagian yang ditutupi) dan lema(bagian yang menutupi). Pada salah satu tahap pemrosesan hasil panen pada padi,  gabah di tumbuk dengan dengan lesung atau gilingan sehingga  bagian luarnya (kulit gabah) terlepas dari isisnya. Bagian isi inilah, yang berwarna putih, kemerahan, ungu atau hitam  yang disebut beras.

Beras umumnya  sebagian tanaman tahunan. Tanaman padi  tumbuh hingga  setinggi 1 – 1,8 m. daun panjang dan ramping  dengan panjang  50 -100 cm. Beras yang bisa di makan  berukuran panjang  5 – 12 mm dan tebal 2 – 3 mm.

Beras dari ketan di sebut Ketan

Atanomi Beras

Beras sendiri secara biologi adalah bagian biji  padi yang  terdiri dari.

  1. Aleuron, lapis terluar yang sering kali ikut terbuang  dalam proses  pemisahan kulit.
  2. Edosperma, tempat sebagian besar pati dan protein  beras berada.
  3. Embrio, yang merupakan calon tanaman baru (dalam beras tidak dapat tumbuh lagi, kecuali dengan  bantuan teknik  kultur jaringan). Dalam bahasa sehari-hari, embrio di sebut sebagai mata beras.

Macam-macam Warna Beras

Warna beras yang berbeda-beda  diatur secara genetik,  akibat perbedaan gen  yang mengatur  warna aleuron, warna endospermia dan komposisi pati pada endospermia.

Beras Putih

Sesuai namanya, berwarna putih  agak transparan  karena memiliki sedikit  aleuron, dan kandungan  amilosa  umumnya sekitar 20%. Beras ini berdominasi  pasar beras.

Beras Merah

Akibat aleuronya  mengandung gen yang memproduksi atosianin yang merupakan sumber  warna merah atau ungu.

Beras Hitam

Sangat langka, di sebabkan alaeuron dan endospermia memproduksi atosianin dengan intensitas  tinggi sehingga warna  unggu pekat mendekati hitam.

Ketan

Ketan atau beras ketan, berwarna putih, tidak transparanseluruh atau hampir seluruh patinya merupakan amilopektin.

Ketan hitam

Merupakan  versi ketan dari beras hitam. Beberapa jenis beras mengeluarkan aroma wangi bila di masak (misalnya Cianjur Pandanwangi atau Rajalele). Bau ini disebabkan bau beras melepaskan aroma senyawa aromatik  yang memberi efek wangi. Sifat ini diatur secara genetic  dan menjadi objek  rekayasa genetik beras. Di Iran utara, diprovinsi Gilan, banyak kultivar pada indica termasuk Gerdah, Heshemi, dan Gharib telah di besrkan oleh petani.

Kandungan Beras

Sebagaimana bulir serealia lain, bagian terbesar terbesar beras di dominasi oleh  pati sekitar 80-85%. Beras  juga mengandung protein, vitamin  terutama pada bagian aleuron, mineral dan air. Pati beras tersusun  dari dua  polimerkarbihidrat:

  • Amolisa, pati dengan stuktur tidak bercabang.
  • Amilopektin, pati dengan stuktur bercabang dan cenderung bersifat lengket.

Perbandingan komposisi kedua golongan pasti ini sangat menentukan warna transparan atau tidak dan tekstur nasi lengket, lunak, keras, atau pera. Ketan hampir separuhnya  di dominasi oleh amilopektin sehingga sangat lekat, sementara beras para pemilik kandungan amilosa melebihi 20% yang membuat butiran nasinya terpecar-pecar tidak berlekatan dan  keras.

Aspek Pangan

Beras dimanfaatkan  terutama untuk  diolah menjadi nasi, makanan pokok  terpenting warga dunia. Beras juga digunakan sebagai  bahan pembantu berbagai  macam pangan dan kue-kuean, utamanya dari ketan, termasuk juga  untuk dijadikan tapai. Selain itu beras merupakan komponen penting bagi jamu beras kencur dan param. Minuman yang populer dari olahan beras  adalah arak  dan air tajin.

Dalam industri  pangan, beras diolah  menjadi tepung beras. Sososhan beras lapisan aleuron, yang memiliki kandungan  gizi tinggi, diolah menjadi tepung bekatul (rice bran).