Dulu, keinginan akan membeli mobil masih sulit dijangkau karena masuk ke ranah kebutuhan tersier. Sedangkan sekarang, berubah menjadi seakan kebutuhan sekunder. Soalnya akhir-akhir ini banyak mobil yang dijual dengan harga terjangkau akibat persaingan harga. Maka dipilihlah sistem kredit mobil karena memiliki modal cekak. Tapi, adakah biaya lain selain masalah cicilan per bulan?

  1. Biaya Kebutuhan Pokok

Kita sama-sama tahu, bahwa kebutuhan pokok itu berkenaan dengan sandang, pangan, dan papan. Tapi, seberapa sering Anda menghitung pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan tersebut? Jangan-jangan hanya diabaikan seolah kebutuhan sambil lalu. Saat ingin mengajukan kredit, sebaiknya kebutuhan pokok ini diakumulasikan dahulu.

  1. Biaya Pendidikan Anak

Kebutuhan akan pendidikan akan bisa dibilang sebagai kebutuhan semi-pokok. Sebab, kecerdasan anak itu bagaimana pun memang harus diasah sejak kecil. Sedangkan biaya pendidikan tidak bisa dipandang remeh. Terlebih lagi ketika anak-anak Anda beranjak dewasa dan menempuh pendidikan via perguruan tinggi. Bisa-bisa tidak jadi kredit deh.

  1. Biaya untuk Bantuan Sosial

Apakah perlu menghitung dana yang dikeluarkan untuk bantuan sosial? Perlu sekali. Tapi khusus untuk infak, jangan dihitung, ya. Sebab berkaitan dengan masalah Tuhan dan ciptaan-Nya. Bantuan sosial yang dimaksud antara lain ketika ada tetangga yang sakit, menikah, punya anak, utang, dan sebagainya. Pertimbangkan biaya ini, ya.

  1. Biaya Refreshing di Akhir Pekan

Meskipun jumlah dana yang dihabiskan tidak seberapa, kalau dikumpulkan dalam waktu beberapa tahun hasilnya lumayan juga. Apakah refreshing harus menggunakan modal uang? Tidak harus sih. Tapi kebanyakan seperti itu. Misal ada agenda khusus menonton bioskop, jalan-jalan di taman, atau pergi ke pemancingan umum sekadar ingin merasakan sensasi tarikan ikan besar.

  1. Biaya untuk Bayar Arisan

Khusus untuk arisan ibu-ibu di kampung, besaran biaya memang tidak seberapa. Rata-rata paling banyak hanya 200 ribu Rupiah per pertemuan. Tapi, kalau sudah masuk ke ranah kota, bisa jutaan. Bahkan sebagian publik figur bayar arisannya pakai emas. Sebaiknya tunda dulu keinginan untuk kredit mobil kalau masih ada tanggungan bayar arisan.

  1. Biaya Jalan Sehari-hari

Saat kredit tengah berjalan, artinya mobil sudah bisa Anda kendarai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kalau Anda termasuk kaum urban, pasti ada kebutuhan khusus seperti bayar tol , BBM, dan parkir. Kebutuhan ini hampir mirip dengan pulsa agar HP tetap hidup. Meski jumlah per transaksi kecil, tapi jika dikumpulkan jadi besar juga.

  1. Biaya Pajak

Meskipun bayar pajak bisa dianggarkan dalam hitungan tahunan, tapi tidak boleh diabaikan begitu saja. Sebab, bisa jadi tenor yang Anda pilih dalam bentuk tahunan juga. Katakanlah tenornya 3 tahun. Maka dalam kurun waktu tertentu, harus mengalokasikan dana untuk bayar pajak juga. Khususnya untuk pembelian mobil bekas secara kredit.

  1. Biaya Servis Mobil

Bila beli mobil baru, coret saja pembiayaan untuk kebutuhan akan servis maupun perawatan. Tapi khusus untuk pembelian mobil bekas, daftar biaya untuk servis harus dicantumkan. Apalagi kalau mobil yang Anda beli merupakan keluaran lama dan sudah sering dipakai.

  1. Biaya Asuransi Mobil

Ketika Anda mengajukan kredit, pihak leasing maupun bank menyediakan pilihan asuransi mobil. Apakah mau pakai atau tidak. Tujuan asuransi ini bertindak sebagai jaminan terhadap kendaraan Anda selama masa kredit masih berjalan. Siapa tahu mobil mengalami kecelakaan, hilang, atau musibah lain. Kan kita tidak tahu.

Kalau dihitung-hitung, banyak juga ya biaya selain cicilan pokok per bulannya. Memang begitu. Maka dari itu, kredit mobil sebetulnya hanya diperuntukkan bagi yang kuat modal dan mental saja. Sedangkan untuk Anda yang memiliki pemasukan tidak menentu dan cenderung berada di bawah garis angka cukup, lebih baik tunda dulu keinginan tersebut.