Untuk desainer kelas profesional, proses pembuatan pamflet memang bisa berlangsung cepat. Tapi untuk pemula atau yang baru mulai, bisa makan waktu berhari-hari. Adakah cara yang efektif dalam pembuatan pamflet? Ada. Setidaknya bisa menjadi bekal sebelum buka jasa desain pamflet atau hasil karya lain untuk kepentingan publikasi sebagai berikut.

  1. Buat Sketsanya

Kalau dalam dunia arsitektur, namanya kerangka. Peran sketsa dalam pembuatan pamflet bisa mempercepat pengerjaan hingga 2 kali lipat dari biasanya. Tidak seperti poster, pengerjaan pamflet itu memerlukan rencana dan pemikiran yang matang. Untungnya, Anda bisa menuangkan perencanaan tersebut ke dalam sketsa di atas kertas.

Rencanakan pula desain calon booklet (buku kecil) atau versi jadi dari pamflet buatan Anda. Sisihkan waktu untuk mempertimbangkan di mana informasi penting diletakkan. Pertimbangkan apa yang pertama kali dilihat konsumen atau pelanggan. Rancang gambaran besar dari pamflet sebelum mulai bekerja. Awalnya agak sulit, tapi nanti akan terbiasa kok.

  1. Ketahui dengan Pasti Siapa Target Audiennya

Jika baru belajar bikin pamflet dan belum memiliki klien sendiri, sering-seringlah berlatih sendiri. Salah satu caranya dengan menentukan target audien Anda. Kemudian bikin buyer persona-nya. Maksud dari buyer persona adalah gambaran dasar dari calon target audien Anda. Selidiki mulai dari perilaku, usia, rata-rata gaji bulanan, dan sebagainya.

Kemudian ketahui dengan pasti apa keinginan mereka. Terjemahkan ke dalam pamflet sesuai informasi yang sangat dibutuhkan oleh target audien. Sebisa mungkin informasi yang Anda tampilkan benar-benar lengkap dan to the point. Hindari gaya bahasa yang bertele-tele karena audien gampang jenuh saat membaca informasi semacam itu.

  1. Pikirkan Margin pada Desain Pamflet

Tidak diragukan lagi, bahwa masalah yang seringkali dialami pengguna dan penyedia jasa desain pamflet adalah soal margin. Gara-gara marginnya keliru, akhirnya proses cetak harus diulang. Padahal proses cetak ulang memerlukan biaya yang sama besarnya. Oleh karena itu, amankan uang tersebut untuk mempelajari lebih dalam perihal penggunaan margin di pamflet.

Idealnya, margin yang digunakan minimal 1/8 inci per spasi antara elemen desain seperti gambar, teks, garis, dan lain-lain. Gunakan aturan 1/8 pula pada tepian kertas agar lebih presisi. Jangan lupakan pula hasil cetak secara final. Siapa tahu ada bagian pinggir yang perlu dipotong. Pertimbangkan hal ini sebelum pamflet buatan anda dicetak via printer.

  1. Tetap Fokus

Pamflet yang baik seharusnya sudah didesain lebih dahulu dalam pikiran. Ambil berkas-berkas yang Anda dapatkan dari bank. Biasanya pihak bank memiliki pamflet yang berisi tentang produk atau layanan. Kemudian jadikan inspirasi dalam pembuatan pamflet milik Anda.

Tiap kali menuliskan informasi yang mendetail di pamflet, pertimbangkan narasinya. Mulai dari apa yang pertama kali dan terakhir kali dilihat konsumen. Pertimbangkan pula soal pencantuman kontak informasi. Apakah di dalam desain pamflet Anda mencantumkan alamat e-mail atau cap bermeterai? Pertimbangkan baik-baik, ya.

  1. Gunakan Templat

Cara termudah membuat pamflet itu dengan menggunakan templat. Di internet cukup banyak templat yang bisa Anda gunakan untuk mendesain. Anda hanya perlu mengikuti templat tersebut. Isi apa saja yang diperlukan. Pilih mana yang paling Anda sukai untuk mendukung proses belajar bikin pamflet. Kalau sudah mahir, nanti bisa bikin sendiri yang lebih unik dan menarik.

Ketika sudah buka jasa desain pamflet dan berhadapan dengan klien, ada satu hal yang perlu disisihkan dulu. Apa itu? Sifat egosentris atau mementingkan diri sendiri. Pusatkan pikiran dan kerahkan keahlian Anda untuk melayani kebutuhan klien sebaik mungkin. Sebaik apa layanan Anda, maka kemungkinan klien untuk repeat order jadi lebih besar.